Advertisement

RSUP M. Djamil Targetkan Jadi Rujukan Nasional Bedah Jantung Anak Kompleks

 


PADANG – Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mendorong RSUP M. Djamil Padang untuk terus memperkuat layanan bedah jantung anak melalui kolaborasi internasional guna meningkatkan kompetensi tenaga medis dan memperluas akses layanan kesehatan berkualitas.


Hal tersebut disampaikan saat kunjungan kerja dalam pelaksanaan Program Alih Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Alih Iptek) Operasi Bedah Jantung Anak bersama King Salman Humanitarian Aid and Relief Center (KSRelief) dan Muslim World League, Kamis (30/7/2026).


Menurut Menkes, penguatan layanan bedah jantung anak menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan angka kematian akibat penyakit jantung sekaligus memperluas pemerataan layanan bedah jantung terbuka di Indonesia.


Ia menjelaskan, sebelum program pengampuan nasional berjalan pada 2019, layanan bedah jantung terbuka baru tersedia di sembilan provinsi. Kini layanan tersebut telah berkembang hingga mencakup 30 provinsi.


Menkes menegaskan, rumah sakit rujukan nasional harus menjadi pusat pengembangan kompetensi, inovasi, dan transfer ilmu sehingga mampu membina rumah sakit jejaring di berbagai daerah. Ia juga menantang tim RSUP M. Djamil untuk mampu melakukan Norwood Stage 1, salah satu prosedur bedah jantung bawaan paling kompleks pada bayi dengan Hypoplastic Left Heart Syndrome (HLHS).


Direktur Utama RSUP M. Djamil, dr. Dovy Djanas, menyatakan dukungan Kementerian Kesehatan menjadi motivasi bagi rumah sakit untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan mengembangkan layanan bedah jantung anak sebagai salah satu layanan unggulan.


Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Alih Iptekdok KSRelief RSUP M. Djamil, dr. Ardiansyah, mengungkapkan bahwa selama periode 25–29 Juli 2026 telah dilakukan 23 operasi bedah jantung anak dengan berbagai tingkat kompleksitas. Tim juga berhasil melaksanakan dua prosedur yang untuk pertama kalinya dilakukan di RSUP M. Djamil, yaitu Arterial Switch Operation (ASO) dan Aortic Root Replacement (Bentall) pada pasien anak.


Program tersebut melibatkan 15 tenaga medis dari KSRelief yang terdiri atas ahli bedah jantung, dokter anestesi, dokter jantung, dokter ICU, perfusionist, perawat, dan terapis pernapasan. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat transfer pengetahuan sekaligus memperkuat kemandirian layanan bedah jantung anak di Indonesia.

Editor : Red